< AsMaUL HuSNa >
< TeNtaNg WaNiTa >
- artikel menarik (2)
- cinta dan perhubungan (6)
- coretan (1)
- English (1)
- Falak (1)
- Himpunan Doa (1)
- isu semasa (1)
- kesihatan (7)
- kisah Nabi (2)
- kisah teladan (4)
- pendididikan (4)
- Petua dan nasihat (4)
- Rahsia ciptaan (1)
- tazkirah (7)
- tips (4)
- Tokoh serikandi (4)
- wanita (2)
< Recent Comments >
< My FaMiLi BloG >
-
Selamat Hari Lahir Sayang13 tahun yang lalu
-
GoOdByE sMaPk....AnD sMaPiAnS...16 tahun yang lalu
< Ex-SMA(A)SZA >
-
I'm proud to be anak penternak..11 tahun yang lalu
-
hello cik pinky !:)11 tahun yang lalu
-
Amanah Ilahi12 tahun yang lalu
-
Convert PDF to Microsoft Word12 tahun yang lalu
-
TABAH sebuah kehidupan13 tahun yang lalu
-
Alhamdulillah, selesai...14 tahun yang lalu
-
SALAM AIDILADHA 1430H16 tahun yang lalu
-
-
-
Followers
Khamis, 22 April 2010
Mukjizat Nabi Isa a.s
Ahad, 14 Mac 2010
Kisah Nabi: Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis...
SELESAI membangunkan Baitulmaqdis, Nabi Sulaiman menuju ke Yaman. Tiba di sana, disuruhnya burung hud-hud (sejenis belatuk) mencari sumber air. Tetapi burung berkenaan tidak ada ketika dipanggil.
Ketiadaan burung hud-hud menimbulkan kemarahan Sulaiman. Selepas itu burung hud-hud datang kepada Nabi Sulaiman dan berkata: “Aku telah terbang untuk mengintip dan terjumpa suatu yang sangat penting untuk diketahui oleh tuan...”
Firman Allah, bermaksud: “Maka tidak lama kemudian datanglah hud-hud, lalu ia berkata; aku telah mengetahui sesuatu, yang kamu belum mengetahuinya dan aku bawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgahsana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah...”
Mendengar berita itu, Nabi Sulaiman mengutuskan surat mengandungi nasihat supaya menyembah Allah kepada Ratu Balqis. Surat itu dibawa burung hud-hud dan diterima sendiri Ratu Balqis.
Selepas dibaca surat itu, Ratu Balqis menghantarkan utusan bersama hadiah kepada Sulaiman. Dalam al-Quran diceritakan: “Tatkala utusan itu sampai kepada Nabi Sulaiman, seraya berkata; apakah patut kamu menolong aku dengan harta?
“Sesungguhnya apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikannya kepadamu, tetapi kamu berasa bangga dengan hadiahmu.
“Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentera yang mereka tidak mampu melawannya dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi tawanan yang tidak berharga.”
Utusan itu kembali ke negeri Saba dan menceritakan pengalaman yang dialami di Yaman kepada Ratu Balqis, sehingga dia berhajat untuk berjumpa sendiri dengan Sulaiman.
Keinginan Ratu Balqis itu diketahui Nabi Sulaiman terlebih dulu dan beliau memerintahkan tenteranya, terdiri daripada manusia, haiwan dan jin untuk membuat persiapan bagi menyambut kedatangan Ratu Balqis.
Nabi Sulaiman juga memerintahkan Ifrit supaya membawa singgahsana Ratu Balqis ke istananya. Apabila Ratu Balqis tiba ditanya Sulaiman: “Seperti inikah singgahsanamu? Dijawab Ratu Balqis: “Ya, memang sama apa yang seperti singgahsanaku?
Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman. Namun, ketika berjalan di istana itu, sekali lagi Ratu Balqis terpedaya, kerana menyangka air pada lantai istana Sulaiman, sehingga menyelak kainnya.
Firman Allah yang bermaksud: “Dikatakan kepadanya; masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia (Ratu Balqis) melihat lantai istana itu,
dikiranya air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya.
“Berkatalah Sulaiman; sesungguhnya ia istana licin yang diperbuat daripada kaca. Berkatalah Balqis; Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman dan kepada Allah, Tuhan semesta alam.”
Peristiwa itu menyebabkan Ratu Balqis berasa sangat aib dan menyedari kelemahannya, sehingga dia memohon ampun atas kesilapannya selama ini dan akhirnya dia diperisterikan oleh Nabi Sulaiman.
Demikian kisah Sulaiman dengan tenteranya terdiri daripada manusia, haiwan dan jin dalam menjalankan dakwah Allah terhadap Ratu Balqis. Kematian beliau berlainan dengan manusia biasa.
Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan duduk di kerusi, dengan memegang tongkat sambil mengawasi dan memerhatikan jin yang bekerja.
Firman Allah: “Tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka setelah kematiannya itu melainkan anai-anai
yang memakan tongkatnya.
“Maka tatkala ia telah tersungkur, nyatalah bagi jin itu bahawa sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam seksa yang menghinakan.”

Visit the Typing Test and try!
Hijri kelendar
Blog Archive
koleksi menarik
Catatan Popular
Sembang-Sembang
Sahabat maya
-
-
Ai Chan Famili10 tahun yang lalu
-
Akulah Rakyat Biasa10 tahun yang lalu
-
Call of Duty Black Ops 311 tahun yang lalu
-
Yang Patut Kita Ambil Tahu 1 - Gerakan Kristianisasi11 tahun yang lalu
-
Daftar Harga Mesin Terbaru11 tahun yang lalu
-
Crochet sneakers11 tahun yang lalu
-
~BERSEDIA untuk RAMADHAN~12 tahun yang lalu
-
Kata Tun Mahadir Hudud Tidak Wujud Dalam al-Quran12 tahun yang lalu
-
Mencari Ilmu yang Hilang dalam Pena Tulisan.12 tahun yang lalu
-
Polemik Kalimah ALLAH12 tahun yang lalu
-
Salam Ramadhan 1434H13 tahun yang lalu
-
"Mengapa Aku Keluar Dari Syi'ah" --Sayyid Husain Al-Musawi13 tahun yang lalu
-
BUDAK KAMPUNG ONLINE UPDATE ADDRESS13 tahun yang lalu
-
10 VIDEO LAGU PARODI YANG AKU SUKA13 tahun yang lalu
-
sadasdas13 tahun yang lalu
-
Qunut Nazilah13 tahun yang lalu
-
Short Planning: Exam Mode ^_^14 tahun yang lalu
-
.: WaNita SoLeHaH :.14 tahun yang lalu
-
Monolog...14 tahun yang lalu
-
Demam Greyson Chance Lah Pulaakk~14 tahun yang lalu
-
KEMATANGAN MAHASISWA15 tahun yang lalu
-
.::. Sir Wa Hazar .::.15 tahun yang lalu
-
Overcoming Disappointment15 tahun yang lalu
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
















